Sabtu, 28 November 2015

Derit Halaman Belakang Sekolah

Disuatu Malam. Disaat Persami Diadakan. kegelisahan menjanggalkan semuannya. kecuali sweet boys. mereka tampak bahagia seperti pada persami sebelummya. kejanggalan ini berinti dari suara deritan yang mirip suara tangis seseorang yang menggema keseluruh penjuru sekolah, tempat Persami diadakan. Persami pekan lalu yang dipenuhi keramaian, berubah menjadi acara Persami yang dipenuhi ketakutan. hal itulah yang membuat  sweet boys beraksi.
...
Tepat pukul 9 malam. sweet boys mendengar suara tangis itu. "tom, ian, ini kesempatan kita. ayo kita selidiki sekarang". pinta Angga. "tapi jangan lupa bawa senter"Tommy mengingatkan. "ya udah yuks!" jawab vian
...
mereka segera menuju sumber suara itu. alangkah terkejutnya mereka melihat ............

eitts..... tunggu dulu

o iua, di SMP Bhina Karya terdapat halaman yang cukup luas. dihalaman belakang, terdapat kolam ikan yang diatasnya dihiasi jembatan kayu. yang disampingnya terdapat kebun bambu hijau yang menambah kesejukan. sedangkan dihalaman depan, terdapat lapangan yang multifungsi, maksudnya tu lapangan digunakan untuk basket, volly, sepak bola, upacara, dan lain sebagainnya. 

eh ngomong ngomong pastinya kalian penasaran dengan lanjutannya ya?.
oke dech aku ceritain lagi, jadi begini.............
...
ternyata..........., sampai dimana kita tadi ya?. o iya baru ingat ...........

ternyata Angga and Friends melihat sebatang pohon bambu di halaman belakang sekolah yang terselip diantara bambu bambu lain. pohon itu hampir tumbang. yang akan berbunyi melengking ketika tertiup angin sepoi sepoi. yang menggema suarannya, makin jauh dan makin lirih, yang kemudian terdengar seperti seseorang yang sedang menangis.
...
atas keberanian dari genk detektif bhina karya itulah yang kemudian  mengubah kejanggalan dari Persami kali ini. dan pohon tua itu pun di tebang, agar tidak mengganggu lagi
.end.

Tunggu kelanjutannya "berkenalan dengan hantu"

Sweet Boys

Disebuah sekolah. yang bernama SMP Bhina Karya terdapat sekelompok anak yang menamai dirinya
"Sweet Boys" yang beranggotakan:

Angga: Anak Kelas 2 Che. Pintar, Ramah, dan sopan.
Tommy:sekelas dengan Angga, periang, murah senyum, dan
Vian: Juga sekelas dengan Angga, Pintar, Sopan, Dan murah senyum

Genk Mereka pun sering juga dinamai  "genk Detektif Bhina Karya" oleh teman temannya, karena mereka sering memecahkan masalah demi masalah yang ada.

Jumat, 27 November 2015


Alkisah disebuah desa terpencil,Hiduplah seorang saudagar kaya bernama Pak Dzjuki. Pak Dzjuki memiliki berhektar hektar tanah didesa itu. Namun hal itu tak membuatnya kikir, dia selalu bersedekah dan membantu sesama.
Disuatu Hari Pak Dzjuki hendak mennengok tanahnya yang berada diujung desa. Di perjalanan, ia melihat seekor burung bangau jatuh tersungkur, karena meras iba, Pak Dzjuki pun menolong dan segera membawa bangau itu pulang untuk dirawat.
Setelah beberapa hari. Keadaan bangau belum begitu pulih, maka Pak Dzjuki memutuskan untuk memberikan bangau itu tempat berteduh di kolam ikan miliknya. Dengan syarat sang bangau harus menjaga dan melindungi ikan ikan yang ada di kolam Pak Dzjuki.
Namun sang bangau gelap mata, ikan ikan yang seharusnya dijaga olehnya, dia makan semua. Melihat hal itu , Pak Dzjuki pun merasa dikhianati. Sang bangau merasa kasihan dengan Pak Dzjuki. Dia mengharap kepada Tuhan supaya ia bisa membahagiakan Pak Dzjuki. Dengan hati yang tulus, sang bangau pun menenggelamkan dirinya kedalam air yang dipenuhi bangkai ikan yang dimakannya. Dalam beberapa detik, airpun berubah menjadi keemasan, sang bangau pun muncul. Semua anggota tubuhnya terutama bulunya pun berubah menjadi keemasan.
Sang bangau pun menggoyangkan tubuhnya. Air yang kemudian mengeras menjadi butiran butiran emas, dan bulu bulunya pun berhamburan kebawah, Pk Dzjuki yang melihat hal itu pun terkesan. Butiran dan bulu emas itupun dijual Pak Dzjuki ke pasar. Pak dzjuki pun berterima kasih kepada bangau, dan bangau pun Juga berterima kasih Kepada Tuhan karena doannya terkabul
“Penyesalan dan doa yang tulus dari hati kan berakhir bahagia”.


tungu ya ceita selanjutnya!