Jumat, 27 November 2015


Alkisah disebuah desa terpencil,Hiduplah seorang saudagar kaya bernama Pak Dzjuki. Pak Dzjuki memiliki berhektar hektar tanah didesa itu. Namun hal itu tak membuatnya kikir, dia selalu bersedekah dan membantu sesama.
Disuatu Hari Pak Dzjuki hendak mennengok tanahnya yang berada diujung desa. Di perjalanan, ia melihat seekor burung bangau jatuh tersungkur, karena meras iba, Pak Dzjuki pun menolong dan segera membawa bangau itu pulang untuk dirawat.
Setelah beberapa hari. Keadaan bangau belum begitu pulih, maka Pak Dzjuki memutuskan untuk memberikan bangau itu tempat berteduh di kolam ikan miliknya. Dengan syarat sang bangau harus menjaga dan melindungi ikan ikan yang ada di kolam Pak Dzjuki.
Namun sang bangau gelap mata, ikan ikan yang seharusnya dijaga olehnya, dia makan semua. Melihat hal itu , Pak Dzjuki pun merasa dikhianati. Sang bangau merasa kasihan dengan Pak Dzjuki. Dia mengharap kepada Tuhan supaya ia bisa membahagiakan Pak Dzjuki. Dengan hati yang tulus, sang bangau pun menenggelamkan dirinya kedalam air yang dipenuhi bangkai ikan yang dimakannya. Dalam beberapa detik, airpun berubah menjadi keemasan, sang bangau pun muncul. Semua anggota tubuhnya terutama bulunya pun berubah menjadi keemasan.
Sang bangau pun menggoyangkan tubuhnya. Air yang kemudian mengeras menjadi butiran butiran emas, dan bulu bulunya pun berhamburan kebawah, Pk Dzjuki yang melihat hal itu pun terkesan. Butiran dan bulu emas itupun dijual Pak Dzjuki ke pasar. Pak dzjuki pun berterima kasih kepada bangau, dan bangau pun Juga berterima kasih Kepada Tuhan karena doannya terkabul
“Penyesalan dan doa yang tulus dari hati kan berakhir bahagia”.


tungu ya ceita selanjutnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar